19 Jun 2012

TENANG DI TENGAH BADAI


 TENANG DI TENGAH BADAI
(Seri II dari Kis 27)

Anda bukan membutuhkan “Pengurangan” yang Anda butuhkan adalah “Ketenangan”

Dalam Kis 27:21-44, Alkitab memberitahu kita mengenai Paulus, saat berada di tengah badai yang menerpa. Telah empat belas hari lamanya, ia terombang-ambing di hantam gelombang, ia lapar, haus, basah, kedinginan, dan kaku direndam air laut, namun tampaknya semua belum berakhir. Gelombang itu terus menghantam buritan kapal, hingga hancur berantakan. Anda dapat melihat bahwa inilah situasi dimana segala sesuatu kacau dan berantakan. Pada saat Anda membuat sebuah keputusan, Anda berharap keputusan itu akan membawa Anda lebih baik, tetapi sekarang Anda mendapati semuanya menjadi kacau, dan berantakan. Apa yang Anda lakukan, saat segala sesuatu berantakan, dan keadaan tampak tetap melawan Anda?

          Perhatikan respon Paulus: ia tetap tenang, dan percaya!  Hal paling aman untuk dilakukan, saat kita berada dalam suatu badai kehidupan, adalah dengan tetap tenang, dan percaya. Sebab dengan tinggal tenang dan percaya, terletak kekuatan. (Yes 30:15)

Para pelaut memilih untuk membuang segala sesuatu ke laut, dan ini merupakan respon umum kita, tatkala kita berada dalam suatu tekanan, kita akan memilih “Mengurangi” banyak hal. Beberapa orang akan berkata “Sebaiknya aku mengundurkan diri dari ini..., Aku akan memutuskan hubungan kerja dengan ini…, Aku akan membiarkan ini, dan melepaskan itu. Seakan-akan dengan itu kita akan menghasilkan lebih banyak perubahan, dalam waktu yang sama. Tetapi kenyataannya tidak demikian! Para pelaut mencobanya, dan mereka tetap dihantam gelombang, hingga kapal itu pecah. Anda tidak membutuhkan “Pengurangan” (kecuali mengurangi perbuatan yang berdosa), tetapi sesungguhnya yang Anda butuhkan adalah ketenangan.

Mengapa Paulus begitu tenang dan tetap percaya? Karena ia dibekali dengan tiga kebenaran. Ketiga kebenaran ini,bagaikan sauh yang dapat  melabuhkan Anda pada batu stabilitas, sehingga walau badai hidup bergelora, Anda tinggal tenang, dan tetap percaya.

Pertama; Ayat 23 “Karena tadi malam seorang Malaikat dari Allah, yaitu Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya berdiri di sisiku,”

Kebenaran yang pertama ialah, bahwa Allah selalu menyertai kita.
 
Allah menyuruh utusan pribadi, untuk memberitahu Paulus. “Tetap tenang! Aku menyertaimu. Aku melihatmu dalam badai di laut Mediterania. Aku bersamamu di kapal kecil itu”

Kita belajar dari hal ini bahwa, badai bisa merintangi jalan yang hendak kita lalui, namun tidak akan pernah dapat menyembunyikan wajah kita dari Allah. Kita mungkin tidak melihat Dia, tetapi Dia melihat kita. Mungkin kita merasa Dia ribuan mil jauhnya, namun Dia beserta dengan kita, dan mengamat-amati kita.

Alkitab mencatat 365 kali, Allah berkata: “Jangan takut!” dengan kata lain, “Tetap tenang”! Dan Ia berjanji  bahwa “Aku sekali-kali tidak membiarkan engkau, dan Aku sekali-kali tidak meninggalkan engkau” (Ibr 13:5) “Aku menyertai kamu senantiasa” (Mat 28:20) Kita mungkin gagal untuk tetap bersama-sama dengan Allah, namun Allah tidak akan pernah gagal untuk menyertai kita, sampai selama-lamanya. 

Kedua;  Ayat 24 “Jangan takut Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar. Dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau dalam kapal ini, akan selamat karena engkau”

Kebenaran yang kedua ialah, bahwa Allah membela tujuan-Nya dalam hidup kita.

“engkau harus menghadap Kaisar” Inilah tujuan Allah bagi Paulus. Allah menempatkan Paulus dalam kapal itu, karena Dia ingin Paulus menghadap Kaisar. Dan ketika kapal itu diterpa badai, Dia mengutus utusan pribadi, untuk mengingatkan Paulus bahwa: “Aku punya rencana untuk hidupmu. Rencana-Ku ialah engkau akan menghadap Kaisar. Engkau akan memberitakan Injil di istana Kaisar, jangan takut! Karena Aku membela rencana itu. Karena engkau, semua orang dalam kapal ini, juga akan selamat.

Allah membela tujuan-Nya dalam hidup Anda. Dia tidak akan membiarkan kekuatan apapun untuk menghancurkan rencana-Nya. Rick Warren mencatat dengan bijak, dalam bukunya: “The Purpose Driven Life” bahwa: “Anda ada bukan karena kebetulan. Sebelum Allah menempatkan Anda, di suatu tempat dimana Anda ada sekarang, Anda ada dalam tangan-Nya. Dan Dia memilih untuk menaruh Anda disana, karena Dia punya tujuan”. Badai kehidupan, hanyalah masalah sementara di dalam tujuan tersebut. Tetapi tidak ada kekuatan eksternal apapun yang dapat mengubah tujuan utama –Nya bagi Anda. Dia akan membela Anda.

Alkitab memberitahu kita mengenai Musa. Sebelum ia dilahirkan, Firaun telah menetapkan bahwa setiap anak laki-laki yang lahir dari orang Ibarani, harus ditumpas. Mendengar itu, Allah tidak menghentikan karya-Nya. Dia terus membentuk Musa dalam rahim Yokhebeth, Dan Ia memilih menaruhkan jenis kelamin Musa, sebagai laki-laki. Anda dapat melihat bahwa, tampaknya ini adalah produk yang gagal. Tetapi Allah bukan pengecut! Dia mau Musa lahir, karena Dia punya tujuan. Dan 9 bulan 10 hari kemudian, lahirlah Musa. Dan lihatlah, bagaimana Allah membela rencana-Nya dalam hidup Musa. Yokhebeth sangat ketakutan, sehingga ia memutuskan untuk membuang anak itu di sungai Nil. Tetapi Allah mengambilnya, dan menaruhnya persis di depan mata Firaun. Seakan-akan Allah ingin mengatakan: “Aku tahu rencana pembunuhanmu Firaun, tetapi lihat ini, kalau Aku punya rencana, sehebat apapun engkau, tidak akan dapat menghancurkannya” dan Musa tinggal di istana Firaun, sampai ia menggenapi rencana Allah, tanpa disakiti oleh Firaun satu kalipun.
Kapanpun Anda berhadapan dengan suatu badai, ingatlah bahwa Allah akan membela tujuan-Nya dalam hidup Anda.
Ketiga; Ayat 25 “Sebab itu tabahkanlah hatimu saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan-Nya kepadaku”

Kebenaran yang ketiga, ialah bahwa: Allah akan melakukan seperti yang Ia janjikan.

Ketika gelombang itu semakin dahsyat, kapal itu terombang-ambing tak menentu, Allah menyuruh utusan-Nya memberitahu Paulus, bahwa “Jangan takut! Semua orang dalam kapal ini akan selamat” Inilah janji Allah kepada Paulus. Dan Allah melakukan seperti yang dijanjikan-Nya. Semua orang dalam kapal itu akhirnya selamat naik ke darat. 

Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. (Maz 12:7) Allah tak pernah berdusta! Dia setia memegang setiap Firman-Nya. Rumput menjadi kering, dan bunga menjadi layu, tetapi Firman Allah kita, tetap untuk selama-lamanya. (Yes 40:8) Bila Dia berjanji, Dia pasti akan tepati.

Dalam Alkitab ada 3 janji Allah yang terkenal mengenai masalah manusia. Pertama, Bahwa dalam setiap masalah, Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Kedua, dalam setiap pencobaan, Dia selalu setia untuk memberi jalan keluar, dan ketiga, Dia pasti menjawab apabila kita berseru kepada-Nya.

Tabahkanlah hatimu!  karena walau badai menghadang, dan gelombang menerpa, Allah akan tetap setia menyertai Anda, tetap setia membela tujuan-Nya dalam hidup Anda, dan tetap setia memegang janji-janji-Nya.

“Sesungguhnya mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut, dan memelihara mereka pada masa kelaparan.” ( Maz 33:18-19)

***
 TUHAN YESUS MEMBERKATI
By: Ayub Melkior, S.Th



5 komentar: